"Mita, minggu besok kita ketemu ya di Piramid Taichung." Pinta Anita di telepon.
"Kita pakai baju yang warnanya sama ya Nita, biar gampang nyari!" sisip Mita memberi usul.
"Sip..., warna apa? Gimana kalau kuning saja, soalnya orang jarang yang pakai warna itu. Hari libur di Piramid ramai lho! Kamu punya baju warna kuning kan?!" Cerocos Nita yang tak memberi kesempatan untukku berbicara.
"Tapi Nita....?"
Tut, tut, tut.....
Nita menutup teleponnya!
"Aduh, si Nita gak ngerti kalau warna kuning membuatku apes!" Pikirku penuh cemas.
Hari yang dijanjikan tiba. Tepat pukul 7 pagi aku sudah standby di halte menunggu bus yang ke arah Piramid.
"Hai kuning...., kuning....!! Godanya sambil bersiul.
Dia menatapku dari ujung rambut hingga ujung kaki.
"Neng, mau kemana?" Tanyanya lagi mencoba merayuku.
Aku tak hiraukan. Kupalingkan wajahku melihat arah samping!
"Neng, mau ke Taichung 'kan?! Itu tadi mobil ke arah Taichung, ko kamu gak naik?!" Katanya sambil menyungging senyum.
"Apa yang bus tadi berhenti itu ke arah Taichung?"
Spontan aku menjerit kesal, karena sudah 45 menit aku menunggu.
"Sial banget aku hari ini!" Gerutuku sengit sambil kutendang-tendang kerikil yang ada di depanku.
Cowok itu terus tertawa memperhatikan mimik wajahku yang jengkel tiada reda.
"Hahaha..., makanya Neng, jadi orang jangan jutek! Ditanya kemana gak jawab, salah sendiri." Bualnya yang membuatku bertambah kesal.
Akhirnya bus pun tiba, cowok itu pun naik.
"Loh ko kamu naik?" Tanyaku heran.
"Emang gak boleh?"
"Oh..., siapa lagi yang bilang gak boleh!" ucapku datar dan menunduk.
Akhirnya sampai juga di Piramid.
Terpaksa aku minta cowok itu menemaniku.
"Gawat aku udah telat 40 menit, si Nita dimana ya?" Pikirku cemas.
Dari pojok stasiun aku lihat orang yang pakai baju warna kuning duduk di ruang tunggu pembelian tiket.
"Benar juga ide si Nita, warna kuning jarang ada yang pakai! Biasanya kalau pakai warna ini, aku kena apes." Bathinku senang, sambil mesem-mesem sendiri.
Sudah begitu pedenya aku mengagetkannya dari arah belakang....?
"Nitaaaaaaaa...., aa......ku?"
Dia menoleh ke arahku, dia bukan sahabatku Nita!
"Aku minta maaf mbak." Sahutku getir pun malu.
"Lagi-lagi aku begini!" Bisikku pada diri sendiri.
Laki-laki itu tertawa ngacir tiada bisa ngerem.
"Kamu ada-ada saja Neng!" Ledeknya ricuh.
Terpaksa aku menunggu di depan gedung. Tidak beberapa lama kemudian Nita meneleponku!
"Mita, sorry ya... Aku gak bisa kesana. Tiba-tiba Nenekku masuk rumah sakit, lain kali kita ketemu! Tandasnya singkat seperti biasa tanpa memberiku kesempatan bicara. Dia langsung menutup teleponnya.
"Dasar apes!! Gara-gara warna kuning, aku ketinggalan bus.
Gara-gara warna kuning, aku terpancing emosi." Keluhku penuh sesal.
Taiwan, 14082012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar