saat matanya mengedip
dia terlihat letih
saat jemarinya terengkuh
dia tampak rapuh
desahan nafasnya terbentur
oleh sesaknya keadaan
hingga dia terkapar di lantai tak berubin
begitu lelahnya dia tak berdaya
begitu letihnya dia tak dapat bersuara
bagai terjepit di dalam kotak
setelah tubuhnya ternoda
adilkah hidup ini buatnya?
adilkah hidup ini akan jalan hidupnya?
pergi merantau ke negara orang
hingga menjadi santapan
tak ada lagi yang dia minta
tak ada lagi senyuman itu tercipta di raut wajahnya
dia seperti mayat, tak bergerak, tak bersuara
kasihankah dia?
kasihankah akan nasib yang menimpanya?
rintihannya tak di dengar
teriaknya tak digubris
miris!!
tubuhnya terbanting
dalam balut kedinginan
dia tlah merasa bukan lagi perawan
perkosaan itu menjadikan hidupnya kelam tanpa sinar penerang
Taiwan, 20 Juli 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar