Translate

Translate

Selasa, 14 Agustus 2012

Ada Rindu di Bengkel Cinta

Cantika dan Armada pasangan yang bertemu secara kebetulan. Semenjak bertemu Cantika, sikap Armada berubah delapan puluh persen dari sebelumnya. Armada yang dikenal angkuh dan cuek di kantor menjadi ramah dan murah senyum.

Posisi Armada di perusahaan adalah sebagai asisten manager, walau jabatannya lumayan tinggi tapi herannya tak ada yang menyukainya. Jangankan cewek yang untuk jadi pacarnya, cowok pun jarang yang dekat karena kesombongannya, paling mereka dekat sebatas rekan kerja tapi setelah di luar, mereka pun bersikap biasa saja.

Sore itu sepulangnya dari mengajar taman kanak-kanak, Cantika pergi ke toko bunga untuk dikirimkan ke rumah ibunya. Karena besok adalah hari ibu, jadi Cantika ingin memberi kejutan.

Saat di tengah jalan, motor Cantika mogok. Cantika kebingungan! Dia melirik di sekitarnya untuk meminta bantuan. Namun tidak ada satupun orang di situ. Akhirnya Cantika terpaksa menuntun sepeda motornya dan mencari bengkel terdekat. Di Bengkel itulah Armada bertemu Cantika. Kebetulan mobil Armada pun bannya kempes dan sedang menunggu di bengkel itu.

Perkenalan mereka berlanjut ke jenjang keseriusan. Tapi mendadak kantor memindah tugaskan Armada ke kantor cabang di Surabaya hanya untuk setahun saja, karena menggantikan tugas rekannya yang sedang ditugaskan keluar negeri. Dengan terpaksa rencana pernikahannya ditunda, mereka pun berpisah untuk sementara waktu.

Waktu terus bergulir, kerinduan Armada pada calon istrinya, Cantika hampir tak terbendung lagi. Karena selama Armada di Surabaya, kontak mereka menjadi renggang. Namun Armada yakin pada cintanya, Cantika pasti akan setia menantinya, begitulah komitmen mereka berdua sebelum Armada pergi.

Segera diraihnya ponsel Blackberry hitam miliknya dan menekan nomor Cantika.

"Hallo..., Cantika. Besok aku balik ke Bandung sayang!" tutur Armada.

"Maaf, Armada. Ibu sebaiknya cerita saja. Cantika telah tiada akibat kecelakaan seminggu yang lalu, Ibu sengaja tidak mengabarimu, karena Ibu takut kau tak dapat menerimanya!" jelas ibu Cantika sambil terisak tangis.

"Apaaaaa..... Bu? Tidak mungkin, Ibu pasti berbohong!" sanggah Armada pilu dan membanting ponselnya ke lantai.

Ponselnya hancur seperti hatinya saat ini. Pikirannya tak menentu, sirna semua harapannya merajut kain cinta, robek tergunting oleh takdir yang belum menghendaki Armada hidup bersama Cantika.

Armada mencoba kembali mengenang saat pertama kali bertemu gadis pujaan hatinya di bengkel itu. Untuk mengenangnya, Armada pun pergi ke bengkel tempat ditemukannya cinta pada diri Cantika. Armada sangat rindu, rindu saat-saat berdua menunggu di bengkel itu.

Ada rindu di hatiku
rindu ini tulus kupersembahkan tuk gadis pujaan hatiku

kita bertemu tanpa sengaja di bengkel ini
bengkel yang kami jadikan saksi
terajutnya jalinan kasih

roda waktu berputar begitu saja
membiarkanku terpuruk menamparku perih atas rasa cinta yang baru kumiliki

ingin rasanya ini kujadikan mimpi
agar aku tak harus takut hadapi
kenyataan yang menyesakkan, meluluhlantakkan hati

Taiwan, 14082012



Tidak ada komentar:

Posting Komentar